Langsung ke konten utama

Kebodohan Menembus Ketulusan Rasa Sayang




Kata pertama dan kalimat pertama...
Saya sering terjebak diantara keduanya.
Ketika saya memulainya dengan kata dan kalimat yang baik maka akan terbentuk ribuan kata dan kalimat yang baik pula.
Kata dan kalimat pertama dapat membuka ribuan kata dan kalimat lainnya.
Sama halnya seperti saya berada pada sebuah ujian,
Gugup akan mengalahkan saya dan membuat saya tidak tau harus menggunakan kata dan kalimat apa untuk pertama kali?
Namun ketika sudah tenang, saya akan mendapatkannya dan akan mengembangkannya menjadi puluhan, ratusan bahkan jutaan kata.
Itulah yang terjadi saat saya mengerjakan artikel ini, saya butuh 2 gelas kopi dan waktu tenang 5 jam untuk membuat pikiran saya benar-benar tenang.


Beberapa hari yang lalu saya mengintip kegiatan Nikita Mirzani di instagram.
Ada caption yang menarik dan menurut saya itu seperti menginspirasi karna yang dikatakan adalah benar.
"Karna saya sayang dia dengan tulus, jadi ketulusan itu ngenutup rasa sakit dihati.:') Antara sayang sama bodoh itu berdekatan"

Ingatlah orang-orang disekililing kamu yang memiliki ketulusan dan kebodohan itu.
Ada... Mereka ada dan jumlahnya cukup banyak.
Kamu mendengarkan teman kamu mengeluh,

"Dia sangat kasar, dia suka memarahiku dan dia bahkan mau memukuliku"
"Dia selingkuh... aku tau dia selingkuh. Aku sudah pernah mendengarnya dari oranglain bahkan aku pernah memergokinya"
"Dia jarang menghubungiku, apalagi setelah jarak kami jauh"
"Lihatlah orangtuanya sangat tidak sopan padaku dan dia bahkan tidak membelaku padahal dia tau orangtuanya salah"
"Iya dia memperlakukan aku sesuka hatinya, dia pergi dan kemudian kembali kapanpun dia mau"
"Dia tidak melakukan apapun selain tidur dan kemudian pergi bersama teman-temannya. Aku bekerja, mengurus anak dan mengurus rumah. Dia bukan suami yang baik"
"Dia lebih sering mengurus hobi dan temannya daripada berkencan denganku"
"Dia tidak pernah membawa aku bertemu teman-temannya, bahkan tidak pernah mengakui aku sebagai pacarnya ke teman-temannya"
Dan Lain-Lain...
Banyak hal lainnya yang mungkin pernah kamu dengar.


Lalu sebagai keluarga, sahabat, teman, apa yang akan kamu katakan?

"Kalau begitu kenapa harus bertahan dengannya"
"Putus saja"
"Tinggalkan saja dia"
"Gantilah nomor agar dia tidak bisa menghubungi kamu lagi"
"Jangan bertemu atau berkomunikasi dengan dia lagi"
"Ayolah masih banyak yang lebih baik dari dia"
"Ya sudah lakukan saja seperti apa yang dia lakukan pada kamu"
Dan banyak hal lainnya juga yang mungkin kamu katakan agar dia meninggalkan kekasihnya.
Ya, kata-kata berbaur perpisahan akan sering kamu ungkapkan ketika orang yang kamu kasihi disakiti oleh pasangannya.

Dia akan mengatakan iya untuk berpisah, dia akan menangis dan memelukmu, dia akan membenarkan perkataan kamu, dia akan mendengarkan nasihat kamu, dia akan menunjukkan sikap seakan dia menyerah, dia akan menunjukkan sikap apapun bahwa dia membenarkan pernyataan kamu untuk berpisah...


Namun Faktanya...

Beberapa jam, beberapa hari, beberapa minggu kemudian,
Dia akan mengupload fotonya dengan kekasihnya lagi di media sosial, dia akan membuat profile picture dengan kekasihnya, kamu akan mendapatkan dia masih nge-date dengan kekasihnya, kamu akan melihat dia mengangkat telfon dan membalas pesan kekasihnya, kamu akan mendengar dia memanggil kata sayang lagi dan lagi...
Dan kamu hanya berpikir negatif bahwa mungkin dia sudah menyerahkan segalanya kepada kekasihnya atau banyak hal lainnya, itu adalah kebodohan kamu!!!
Dan ketika dia sudah tersakiti tapi ketulusan dari rasa sayangnya masih membuatnya bertahan, itulah kebodohannya!
Berapa kali pun kesedihan itu terjadi,
Kamu akan tetap melihat kebahagiaan itu terjadi lagi pada dia.

Begitulah salah satu kisah dari beberapa kisah yang saya dapatkan.


Saat itu saya dalam perjalanan pulang menuju rumah dari kampus.
Wanita itu menghubungi saya dan suaranya terputus-putus karena tangisan.
Dia meminta saya untuk datang ketempatnya, ini untuk pertama kalinya dia meminta saya datang karena sebelumnya dia yang datang ketempat saya membawa kesedihan dan luka-luka memarnya.

Tidak banyak yang dia katakan karna dia sangat cepat menutup telfon.
Saya hanya pulang mengantarkan buku-buku saya dan kemudian bergegas ke tempatnya.
Seseorang mengantarkan saya menuju tempatnya karna saya tidak pernah kesana sebelumnya.

Sangat menyedihkan sekali ketika saya sampai ditempat itu.
Dia tidak keluar rumah untuk menyambut saya melainkan saya masuk sendiri karna tidak ada yang menyahut panggilan saya dari luar.

Saya masuk dan melalui sebuah kamar yang pintunya terbuka, ternyata pria itu ada di dalam.
Kamar itu sungguh berantakan dengan barang berhancuran dan berserakan di lantai, cermin rias yang pecah dan beberapa pakaian yang berserak di lantai.
Pria itu tersenyum dan berusaha bersikap baik.
Saya bertanya dimana gadis itu dan dia mengatakan dia ada dikamar sebelah.

Pintu itu tertutup dan saya masih bisa mendengar isakan tangis dari dalam.
Saya berusaha memanggil namanya perlahan dan mengetuk pintu.
Mungkin dia memastikan itu adalah saya sampai akhirnya dia membuka pintu.


Menyedihkan sekali...

Saya melihatnya merunduk dan bersembunyi dibalik pintu dengan luka-luka memar serta suara isakan tangisnya yang tidak juga berhenti sama seperti yang saya dengar tadi di telfon.
Saya tidak tau seburuk apa kejadiannya sampai dia bisa seperti itu...

Sulit sekali untuk membujuknya agar mau  keluar kamar untuk mempertemukan mereka dan membahas masalah yang terjadi.
Dia terlihat begitu ketakutan dan dia selalu mengatakan bahwa dia tidak berani dan takut.
Badannya memang terlalu kecil untuk bisa melawan tenaga kuat yang menghantam ke tubuhnya.

Saya mencoba membujuknya  lagi dan lagi sampai akhirnya dia mau untuk berbicara bersama, dan itulah masalahnya...
Saya anggap masalah selesai dan beberapa jam memperbaiki keadaan, mereka sudah berbaikan kembali.
Semoga tidak terjadi hal ini lagi untuk kesekian kalinya.


Beberapa minggu kemudian....


Yang lebih parah terjadi kembali, dia datang ketempat saya dengan membawa semua luka memarnya dan disertai isakan tangisannya.
Dia menceritakan masalah yang terjadi...
Singkat cerita, beberapa jam kemudian pria itu datang dan itulah awal keributan.

Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi saya?

Dia menampar wanita itu di depan saya, dia menggenggam lengan wanita itu dengan kuat kemudian menjatuhkannya di jalan, dia menendangnya, dia menjambak sambil menyeretnya bahkan saya tidak mengingat segala omongan kasar yang dilontarkan pada wanita itu...
Itu Fakta dan itu sangat menjijikkan!!!

Sebenarnya sangat keterlaluan jika hal itu terjadi dan konyolnya wanita itu tidak pernah meninggalkan pria itu.
Saya sudah kenyang mendengar cerita mereka termasuk perselingkuhan yang pernah terjadi dihubungan mereka.

Itu tidak lama terjadi teman...
Beberapa minggu kemudian wanita itu mengupload fotonya yang sangat mesra dengan kekasihnya.
Mengganti profile picture dan membuat pesan-pesan indah seakan hubungan mereka begitu harmonisnya.
Setelah itu akan ada kata-kata menyedihkan kemudian kata-kata bahagia dan selalu begitu..

Sampai saat ini mereka masih bertahan, masih untuk kesekian tahunnya mereka bersama!!!


Apa pendapat kamu tentang ini?

Rasa sayang dan ketulusan membuatnya benar-benar bodoh.
Itu dimulai dari awal yang indah, awal dimana pasangan mencurahkan segala kasih sayangnya, awal yang dibuat begitu sempurna seakan tidak ada yang bisa merusak hubungan itu, awal yang menunjukkan bahwa kekuatan cinta mereka tidak akan dihancurkan oleh apapun, awal yang menunjukkan bahwa mereka akan selalu bersama-sama, awal yang dipernuhi dengan janji dan mimpi-mimpi indah, awal yang dibentuk dengan rencana kebahagiaan dan itu terasa begitu indah walaupun belum terjadi, awal dimana ada rasa memahami dan mengerti satu sama lain, awal dimana salah satu pasangan memberikan kenyamanan pada pasangannya, awal dimana yang ada hanya tangisan karna terharu, awal dimana banyak kebohongan tentang cerita indah, awal dimana pasangan itu adalah segalanya. Dia menghiasimu dengan kata-kata cinta, kisah-kisah cinta, melodi dan lagu, puisi, bunga, hadiah-hadiah kecil, perayaan kisah cinta kalian setiap bulan dan sempurna menjadi sebuah kisah telenovela seperti sebuah dongeng tidur untuk anak-anak.
Semua karna kenangan indah diawal tahun percintaan...
Disitulah rasa sayang dan ketulusan kamu terbentuk.
Sekarang, apakah dia menghormati dan menjaga rasa sayang dan ketulusan itu?

Beberapa tahun kemudian dia berubah dari apa yang terjadi di awal...
Dia membuat kamu sedih dan menyakiti kamu untuk pertama kalinya,
Itu masih kesalahan pertama dan kamu yakin bahwa itu tidak akan terjadi untuk kedua kalinya. Kamu sudah mengatakannya dan dia berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang membuat kamu sedih dan tersakiti lagi. Pada akhirnya ketulusan dari rasa sayang kamu memaafkannya.

Dia membuat kamu sedih dan menyakiti kamu untuk kedua kalinya,
Kamu mulai merasa sedih dan kecewa. Dia akan menghubungi atau menjumpai kamu kemudian menjelaskan segalanya. Dia akan mengatakan hal-hal yang indah kemudian kamu merasa tenang dan pada akhirnya ketulusan dari rasa sayang kamu memaafkannya.


Dia membuat kamu sedih dan menyakiti kamu untuk ketiga kalinya.
Kamu semakin merasa tidak terima dengan semua kesedihan ini, kamu mengancam akan menyerah dan tidak ingin lagi melanjutkan hubungan ini. Kemudia dia akan menghubungi dan menjumpai kamu untuk kembali menjelaskan segalanya dengan cerita yang mungkin benar atau mungkin salah. Dia membuaimu dengan kata-kata indah dan membawamu pada kisah kalian diawal, dan lagi-lagi pada akhirnya ketulusan dari rasa sayang kamu memaafkannya.

Dia membuat kamu sedih dan menyakiti kamu untuk keempat dan kelima kalinya.
Kamu meninggalkannya dan memutuskan untuk berhenti tapi dengan perasaan rasa sayang yang masih tersimpan di dalam hatimu. Dia mencoba menghubungi kamu, dia mencoba menjumpai kamu dan dia masih membuat berbagai kalimat untuk menenangkan perasaan kamu. Lagi-lagi dia membawa dan membuai kamu pada kisah percintaan kalian diawal. Kamu katakan tidak, tidak dan tidak!! Tapi kamu masih menangis dan mengingatnya, kamu masih mengenangnya dengan kebahagiaan dalam tangisan kamu. Tidakkkk.... kamu tidak sungguh-sungguh menginginkannya pergi karna hati kecilmu masih menginginkannya. Kamu mencari tau kegiatannya di media sosial entah bagaimanapun caranya. Kamu lihat dia seakan bersedih dengan ukiran kalimat yang dia share di sosial media, kemudian kamu menangis kembali mengingatnya...
Pada akhirnya ketulusan dari rasa sayang kamu memaafkannya dengan penuh harapan yang tersimpan dihati kamu bahwa dia akan berubah dan dia pasti akan berubah. Kamu sungguh masih menginginkannya, harapan kamu masih pada kisah diawal dimana kamu berharap bahwa itu masih akan terjadi untuk hubungan kalian.


Dia membuat kamu sedih dan menyakiti kamu lagi, lagi, lagi dan lagi...
Kamu meninggalkannya dan kamu kembali memaafkannya, kalian kembali menjadi sepasang kekasih untuk kesekian kalinya lagi dan lagi...
Ya,
Disinilah kamu membuktikan bahwa ketulusan dari rasa sayang kamu berdekatan dengan kebodohan.
Bertahanlah jika masih tetap ingin seperti itu..

Jika kamu bertanya pada saya,
Saya menyerah dan tidak akan mencobanya lagi, Tidak Lagi!!!

Jadi ini adalah salah satu jawaban untuk pertanyaan kamu yang bingung mengapa teman kamu sangat sulit meninggalkan pasangannya yang sering menyakitinya.
Percayalah tidak akan mudah meminta seseorang untuk meninggalkan seseorang yang dengan tulus hati dia sayangi walaupun kamu menginginkan dia mendapatkan yang terbaik untuk hidupnya.
Itu sama saja seperti kamu meminta dia untuk tidak makan dan minum lagi untuk selamanya.
Lambung kita sudah kita biasakan dengan makanan dan minuman, maka makanan dan minuman menjadi kebutuhan kita.
Dia juga begitu, hari-harinya sudah dibiasakan dengan kekasihnya dan itu seakan menjadi kebutuhannya yang tidak mudah kamu renggut dalam kehidupannya entah bagaimanapun niat kamu untuk membuatnya lebih baik lagi.
Rasa sayang dan ketulusannya sudah membuatnya Bodoh !!!


Jadilah pendengar yang baik untuk mereka yang masih larut dalam kebodohannya,
Berilah semangat dan jadilah penenangnya.
Biarlah dia menyadari sendiri akan kebodohannya, karna ketika dia sadar maka dia tidak akan mengulanginya kembali dengan orang yang sama sampai kapan pun.
Hanya dia yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
Hanya dia yang bisa menghancurkan persamaan antara Ketulusan dan Sayang dengan Kebodohan, Hanya Dia !!!!!!!!



Terimakasih untuk kunjungan kamu pada artikel saya dan Terimakasih banyak untuk waktu yang kamu berikan untuk membaca artikel saya ini. Saya sangat mengharapkan kritik dan saran membangun dari kamu untuk perbaikan saya kedepannya.


Pos populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…