Langsung ke konten utama

Save Your Life, Stop HIV AIDS


Apakah HIV itu ?
HIV yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah virus penyebab AIDS. Virus ini menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Sistem kekebalan tubuh rusak atau lemah mudah terserang penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, Diare, Sakit kulit, dll...
  • HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti di dlam darah, air mani (cairan sperma) atau cairan vagina dan air susu ibu.
  • Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderitanya akan tampak sehat dalam kurun waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun.
  • Walaupun tampak sehat, mereka dapat menularkan HIV pada orang lain melalui hubungan seks yang tidak aman, transfusi darah atau pemakaian jarum suntik secara bergantian
Apakah AIDS itu?
  • AIDS yang merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindroma menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.
  • Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit, karena sistem kekebalan tubuh di dalam tubuhnya telah menurun
  • Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS
  • Agar dapat terhindar dari HIV?AIDS, anda harus tahu bagaimana cara penularan dan pencegahannya.

Bagaimana HIV ditularkan?
  • Hubungan Seks (Anal, Oral, Vaginal) yang tidak terlindung dengan orang yang telah terinfeksi HIV
  • Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bergantian dengna orang yang terinfeksi HIV
  • Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV
  • Ibu hamil penderita HIV kepada bayi yang dikandungnya
  • Kontak darah/ luka dan transfusi darah yang sudah tercemar birus HIV
HIV tidak menular dari :
  • Gigitan nyamuk
  • Orang bersalaman
  • Berciuman
  • Orang berpelukan
  • Makan bersama/ pring dan gelas
  • Tinggal serumah
Bagaimana mengetahui tanda atau gejala AIDS?
Biasanya tidak ada gejala khusus pada orang-orang yang terinfeksi HIV dalam waktu 5-10 tahun. setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tnada-tanda atau gejala-gejala seperti berikut:
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Diare yang berkelanjutan
  • Pembengkakakn pada leher dan/ atau ketiak
  • Batuk terus menerus
Jika ada orang yang menunjukkan salah satu dari gejala diatas bukan berarti terinfeksi HIV dalam waktu 5-10 tahun. setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala seperti berikut:
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Diare yang berkelanjutan
  • Pembengkakan pada leher dan/ atau ketiak
  • Batuk terus menerus
Jika ada orang yang menunjukkan salah satu dari gejala diatas bukan berarti terinfeksi HIV. Untuk memastikan hubungan segera layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan tes darah HIV.

Bagaimana mengetahui orang yang sudah terinfeksi HIV?
  • Hanya melalui penglihatan, anda tidak bisa tahu apakah seseorang sudah terinfeksi HIV atau tidak.
  • Pada kenyataannya, pengidap HIV terlihat sangat sehat
  • Satu-satunya cara untuk mengetahui hal ini adalah melalui tes darah HIV.
  • Di Indonesia, terdapat cukup banyak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang dapat membantu anda untuk mendapatkan pelayanan tes darah
Penyakit HIV Stadium I
  • Biasanya tanpa gejala (dapat limfadenopati generalisata yang persisten-PGL)
  • Mampu melawan infeksi dengan baik
  • Pelan-pelan, jumlah CD4 semakin rendah
  • Kehidupan sehari-hari tampak normal
Penanganan
  • Pola hidup yang postif dan sehat (Olahraga 20 menit setiap hari, makan teratur)
  • Pemeriksaan dokter berkala, skrining IMS, tes Pap, Vaksinasi, seks lebih aman

Penyakit HIV Stadium II
  • Infeksi ringan lebih sering daripada biasa; ruam, infeksi kulit, sariawan, demam, infeksi saluran pernapasan atas yang kambuhan
  • Umumnya kehilangan berat badan di bawah 10 persen
  • Dapat meneruskan kehidupan sehari-hari seperti biasa
Penanganan
  • Sama seperti Stadium I (pola hidup yang positif dan sehat, pemeriksaan, skrining, seks lebih aman, vaksinasi)
  • Pengobatan dini untuk infeksi
  • Pertimbangkan profilaksasi (kotrimoksazol)
Penyakit HIV Stadium III
  • Infeksi oportunistik (IO yang lebih parah, mis: pneumonia, mengingitis, kandidiasis mulut
  • Diare kronis, demam terus-menerus, TB paru
  • Kehilangan berat badan lebih dari 10%
  • Kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari
Penanganan
  • Sama seperti Stadium I (pola hidup yang positif dan sehat, pemeriksaan, skrining, seks lebih aman, vaksinasi)
  • Terapi antiretroviras (ART)
  • Pengobatan dini untuk infeksi
  • Profilaksis (kotrimoksazol)
Penyakit HIV Stadium IV
  • IO yang lebih parah, mis: PCP, diare parah, limfoma, TB luar paru, tokso, CMV, meningitis kriptokokkus, sarkoma Kaposi, ensefalopati HIV, kandidiasis saluran makan
  • Kehilangan berat badan parah/ wasting
  • Sering sakit parah, terbaring pada tempat tidur
Penanganan
  • Mengobati IO
  • ART
  • Perawatan rumah sakit atau di rumah
  • Profilaksis (kotrimoksazol)

AIDS
(Acquired Immunodefecienct Syndrome)
Artinya: Kerusakan atau kemunduran sistem kekebalan tubuh seseorang secara di dapat dengan segala akibatnya

Resiko Tinggi
  • Senggama vaginal/ anal tanpa kondom
  • Fellatio dengan ejakulasi
  • Cunilingus waktu menstruasi
  • Kontak oral-anal
Kelompok Resiko Tinggi
  • Pria homoseksual
  • Pecandu obat bius iv
  • Penerima transfusi darah/ komponen darah sebelum tahun 1986
  • Wanita dan pria tunasusila
  • Pria dan wanita dengan banyak mitra seksual
  • Mitra seksual dari kelompok diatas
Tidak Terbukti Terjadi Penularan
  • Jabat tangan
  • Pergaulan : kantor, sekolah, rumah
  • Toilet umum, kamar mandi, kolam renang, handuk
  • Pesawat telpon, perabot, alat tulis
  • Tempat duduk umum: Bis, KA, pesawat
  • Lalat dan gigitan nyamuk

Pencegahan Infeksi HIV
  • Menghindari hubungan seksual diluar nikah
  • Senggama menggunakan kondom
  • Transfusi darah/ komponen darah diusahakan bebas HIV
  • Jarum suntik, akupuntur, tindik, harus steril
  • Ibu dengan HIV : Jangan hamil, bila melahirkan jangan menyusui
Pemeriksaan Fisik
Tanda vital : BB, temperatur, pernafasan, nadi dan tekanan darah.
  • Kulit
  • Mata
  • Kelenjar limfa
  • Oso faring
  • Paru
  • Saluran pencernaan
  • Traktus uto-genital
  • Muskulo-skeletal
  • Neurolis
  • Psikiatris

Evaluasi Laboratorium
1. Tes dasar (baseline laboratory test)
  • Darah lengkap
  • CD4; CD8
  • Serum elektrolit
  • Fungsi ginjal, hati
  • Serologis untuk hepatitis, sifilis, toksoplasma
  • Tes tuberkulin
  • Foto thorak
2. Tes rutin follow up
DL : Asimtomatik; CD4>400; tiap 6-12 bulan
Simtomatik: CD4<400; tiap 2-6 bulan
minum obat myelotoksik; 1-2 bulan
CD4:
>600 tiap bulan
500-600 tiap 3 bulan
200-500 tiap 3 bulan (bila tak ada indikasi lain)
50-200 Antisipasi infeksi oportunistik
<50 Optional
Panel kimia : Tiap tahun (>sering bila minum obat anti virus/ ada infeksi op./ keganasan)
Albumin : Pada penyakit yang sudah lanjut; tiap 3-6 bulan
PPD : Tiap tahun
Serologi toksoplasma/ sifilis : tiap tahun

3. Tes laboratorium tambahan :
Digunakan untuk evaluasi gejala yang spesifik, tidak diperlukan untul follow up rutin

Nutrisi
Sangat penting karna itu adalah prioritas utama setiap hari. Tujuannya adalah untuk:
  • Mempertahankan sistem imunitas
  • Mempertahankan kekuatan otot
  • Mempertahankan berat badan
  • Mempertahankan sistem syaraf, ketahanan mental/ memori
  • Nutrisi suplemen untuk menggantikan makanan padat

Dukungan Keluarga dan Masyarakat
  • Dukungan moral
  • Dukungan finansial
  • Perlu KIE terhadap masyarakat luas
  • Dukungan kelompok masyarakat peduli AIDS
  • Rumah tinggal sementara

Postingan populer dari blog ini

BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan - Karya Tulis Ilmiah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Penelitian 4.1.1. Analisis Univariat 1. Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Remaja Pria Tentang Keperawanan Di SMK Taruna Mandiri Pekanbaru Tahun 2013
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) 1. Tinggi 42 48,8 % 2. Rendah 44 51,2 %

BAB III Metode Penelitian - Karya Tulis Ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana (Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007) untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja pria tentang keperawanan di SMA Negeri 5 Pekanbaru.

BAB II Tinjauan Pustaka - Karya Tulis ilmiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1Pengetahuan 2.1.1 Definisi Pengetahuan merupakan penampakan dari hasil “tahu” dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan adalah hasil tahu manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what” (Notoatmodjo, 2002).
Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).
Pengetahuan adalah kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara haemonik dalam suatu bangunan yang teratur (Ahmadi, 2004). 2.1.2Tingkatan Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu : 1.Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingatkan kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang…